Shalom ! Para pembaca setia Blog GBIS BK.
Pelayanan firman Tuhan pagi ini dilayani oleh Bpk. Pdt. DR. Hosea Bambang S.A, S.H., M.A, M.Th, Ph.D.
File PPT FirTu pagi ini bagi Anda yang ingin mempelajarinya dapat didownload
Ketaatan Yang Benar
• Filipi 2 : 1-13 • Mazmur 25 : 1- 14
Renungan kali ini mengajak kita untuk mau belajar hidup dalam ketaatan, taat untuk apa? Tentu saja taat untuk menjalankan perintah-Nya melalui tindakan yang nyata, yang kita lakukan seperti mendengar, memperhatikan, melaksanakan, serta tunduk kepada Firman Allah.
Ya kita juga tahu ketaatan adalah satu kata yang sangat mudah untuk kita ucapkan, tetapi kadang sulit untuk kita lakukan apalagi diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Bahkan sebagian orang berprasangka bahwa ajaran keselamatan yang berdasarkan anugerah itu secara tidak langsung bisa menghilangkan sikap taat kita terhadap kehendak Allah. Maksudnya gini "walaupun kita tidak taat kalau Tuhan berkendak ya tetap selamat" Tapi Prasangka ini tidak tepat sepenuhnya. Firman Tuhan Yesaya 56:1 mengatakan,
“Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.”
Nah Firman Tuhan ini menegaskan, bahwa Keselamatan yang sudah kita terima seharusnya justru manjadi pendorong bagi kita untuk hidup dalam ketaatan. Lagipula Kita juga harus menyadari bahwa keselamatan yang telah kita terima itu bukan hanya bermakna Pengampunan dosa saja, tetapi juga bermakna Pembaruan hidup oleh Roh Kudus.
[Ayo pasang iklan Ucapan Natal/Bisnis/Usaha Anda - buruan!!] Investasi Anda Menambah Semarak Perayaan Natal GBIS BK (Partisipasi Anda MEMBERKATI)
Yang luarbiasa itu Tuhan akan mengaruniakan berkat-berkat-Nya kepada setiap orang yang mau berjalan bersama-Nya dalam ketaatan yang sungguh-sungguh, sekalipun kita harus menghadapi berbagai-bagai tantangan. Jadi Saudara harus ingat bahwa:
•Ketaatan adalah anugerah dari Tuhan, (dan juga)
•Ketaatan memberikan kekuatan hati untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan-Nya. serta
•Ketaatan juga merupakan jalan menuju rencana terbaik yang Tuhan sudah sediakan bagi kita semua.
Oleh karena itu Marilah kita semua berserah kepada-Nya karena "Kehendak Tuhan" itu selalu lebih baik daripada rencana kita. “Ketaatan” itu bukan beban, tetapi BUKTI KASIH dan IMAN kita kepada-Nya, bahkan ketaatan itu adalah sumber kekuatan hidup kita setiap hari.
Ada tiga hal tentang ketaatan yang benar di hadapan Tuhan. Tiga hal inilah yang ingin juga saya bagikan :
1. Ketaatan yang benar didasarkan atas kasih kita kepada Tuhan
Filipi 2 : 5-9
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
Bapak/ibu juga saudara semua, Ketaatan itu menuntut kerelaan untuk meninggalkan kehendak kita sendiri. Banyak sih orang yang bersedia taat, selama kehendak Tuhan itu sejalan dengan keinginan mereka. Namun bagaimana jika kehendak Tuhan tidak sejalan dengan kehendak kita, akankah kita tetap taat.
Sebab ketaatan sejati akan tampak ketika Tuhan meminta kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai atau tidak kita mengerti. Namun kita bersedia melakukannya dengan iklas.
•Abraham taat ketika Tuhan meminta Ishak, anak yang sangat ia kasihinya itu untuk dikorbankan.
•Musa taat ketika Tuhan menyuruhnya kembali ke Mesir, tempat yang dulunya harus ia hindari karena ia membunuh mandor lalu dia diburu, dan akhirnya ia melarikan diri.
•Yesus taat sampai mati, di kayu salib.
Mereka taat bukan karena mereka memahami semuanya, melainkan karena mereka mengasihi Tuhan dan percaya kepada Allah yang memanggil mereka.
•illustrasi tadi tentang Abraham yang mempersembahkan anaknya, "Ishak", kepada Tuhan. Sekilas, perintah Tuhan bagi Abraham terdengar tak masuk akal. Mengapa?
Bukankah Abraham dijanjikan akan memiliki keturunan yang banyak (Kejadian 15:5), lantas mengapa Ishak, anak satu-satunya malah harus dikorbankan (Kejadian 22:2)?
•Jika kita sendiri mengalami kondisi seperti Abraham, kira-kira bagaimanakah kita akan merespons, perintah Tuhan?
Alkitab mencatat Abraham taat melakukan perintah Tuhan tersebut, meski mungkin itu rasanya tidak masuk akal.
Apakah yang membuat Abraham bersedia taat?
Jawabannya adalah karena dia mengasihi Tuhan.
•Abraham tidak ragu untuk taat sebab dasar imannya adalah pengalaman pribadinya Bersama Allah.
Ketaatannya adalah buah dari imannya yang mengasihi Tuhan.
Abraham tahu siapa Tuhan berdasarkan apa? Belum ada Alkitab, Ia tahu berdasarkan pengalaman pribadinya bersama Tuhan/ mengalami Tuhan di masa lalunya.
•Ingatlah Ketika mendapatkan "Ishak" anak perjanjian itu usianya sudah tua, ishak adalah penggenapan janji Tuhan di dalam hidupnya. Masakan harus dikorbankan? Namun Abraham bersedia Taat, Oleh sebab itu, Kejadian pasal 22 Alkitab mencatat "Allah lalu memberkati Abraham atas iman percayanya."
•Nah Melalui kisah Abraham ini, saudara bisa belajar untuk lebih menumbuhkan kasih saudara kepada Tuhan. Semakin hari kasih saudara/kita kepada Tuhan harusnya makin bertumbuh, jadi kita bisa lebih bersukacita dalam ketaatan.
Dan juga Kita semua seharusnya berterima kasih kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya yang berlimpah bagi kita walaupun kita ini orang berdosa, tapi kita dikasihiNya, Amin
•Jadi Saya berpikir bahwa dengan selalu mengingat bahwa kita ini, dikasihiNya, dijagainya dan seterusnya maka kita bisa lebih menumbuhkan kasih kita kepada Tuhan Yesus juruslamat kita. Amin ( mengakhiri poin pertama)
•Ketika ketaatan kita didasarkan pada kasih kita pada Tuhan, dan kita selalu terhubung kepada-Nya, maka Tuhan akan mengubahkan persepsi kita yang tadinya hanya berdasarkan pengertian kita sendiri berubah akan menjadi sesuai kebenaran-Nya. Sebab Allah telah memberi kita masing-masing iman. Makanya iman kita pun akan bertumbuh semakin dewasa dan semakin mengasihi Tuhan. Semakin mengerti kehendakNya dalam hidup pribadi kita.
2. Ketaatan yang benar diperoleh dengan fokus yang tertuju kepada Tuhan
•Salah satu contoh tokoh Alkitab yang selalu memiliki fokus tertuju kepada Tuhan adalah Daud. Dalam Mazmur 25;14 daud berkata "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka"
Walaupun Daud dikejar-kejar oleh musuhnya yang tidak lain keluarganya sendiri, tetapi hatinya selalu tertuju kepada Tuhan.
“Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan” (Mazmur 27:8)
•Apakah hati kita juga benar-benar tertuju kepada Tuhan dan Firman-Nya? Seperti Daud,
Apakah ketaatan kita sungguh merupakan wujud dari pandangan hidup kita yang selalu tertuju pada Tuhan? Atau, apakah kita lebih menyukai kegiatan-kegiatan lain (gak fokus) untuk melakukan ketaatan kita kepadaNya?
HORMON Manusia : Insulin, Glukagon, Testosteron, Estrogen, Progesteron, Eritropoetin, Histamin, Tiroksin, Hormon Pertumbuhan, Kalsitonin, Paratiroid, Aldosteron, Prolaktin, Hormon Antidiuretik, Somatostatin
MENGENAL Fungsi Tubuh/ GEJALA/ Gangguan : Asam Lambung (GERD), Anxiety (Gangguan Kecemasan), Panic Attack (Serangan Panik), Saraf Vagus, Psikosomatis, Brain-Guts Axis, Hipokondria, Insomnia Lambung, Globus Hystericus, Palpitasi, Pusing Kliyengan, Dyspnea, Nyeri Belikat. Brain Fog, Tinnitus, Pernafasan Diafragma, Air Hangat, Jeda Makan & Tidur, Afirmasi Positif, Tonsil, Radang Amandel, Amandel Bengkak, Dopamin vs Logika, Self Image, Reticular Activating System, Dopamin Murahan, The Doorway Effect, Gelombang Beta, Pikiran Melayang, Gelombang Alpha, Gelombang Theta, Mulut Menguap, Reaksi Kaget, and many more
•Seharusnya Saudara menjadikan ketaatan sebagai bukti nyata dari komitmen kita kepada Allah. Karena kita hanya mau fokus padaNya, Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh. 14:15).
Artinya, kasih kita kepada Tuhan tidak bisa diukur melalui kata-kata, lagu-lagu penyembahan, atau aktivitas rohani saja, melainkan melalui tindakan kongkret yang sesuai dengan kehendak-Nya. Karena Ketaatan kita itu menunjukkan bahwa Allah itu sungguh-sungguh menjadi Tuhan dalam hidup kita.
Namun, faktanya sih melakukan ketaatan itu tidak selalu mudah. Ada banyak hal dalam hidup ini yang sering kali bertentangan dengan kehendak Tuhan di saat kita akan taat kepada KehendakNya
•Dunia menawarkan jalan cepat, atau solusi yang instan, dan juga
Kenyamanan-kenyamanan yang sesaat kepada kita.
•Daging kita mendorong kita menuju kesenangan pribadi.
•Tekanan sosial pun sering membuat kita berkompromi dengan dosa.
Oleh karena itu, ketaatan memerlukan fokus dan komitmen yang kuat : komitmen untuk berkata “ya” kepada Allah meskipun pilihan itu sulit, tidak populer, atau tidak nyaman.
Semisal, atau misalkan saja…
•Sekalipun saudara tidak pernah absen ke gereja, tapi saudara tetap memelihara sikap egois dan membenci orang-orang di sekitar.
•Sekalipun mendengar dengan seksama khotbah pendeta di gereja, tapi Alkitab kita selalu tertutup di hari-hari lainnya.
•Sekalipun saudara GIAT melayani di gereja, tetapi saudara tidak peka dengan kebutuhan keluarga.
•Bahkan RAJIN memberikan persembahan, tetapi hatimu masih serakah. Itu semua artinya kita tidak fokus kepada Tuhan.
Masalahnya kita tidak terbiasa melatih hati kita selaras dengan ketaatan eksternal yang kita lakukan. Penyebabnya karena :
•Kita melaksanakan ketaatan tanpa fokus yang tertuju kepada Tuhan. Sebab Ketaatan yang memfokuskan diri kita kepada Tuhan bukanlah hal yang mudah. Kita perlu mengaplikasikan apa yang kita pelajari di gereja atau pengajaran yang sudah kita terima masing-masing di situlah perjuangan kita.
“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah” (Ibrani 12:2)
3. Ketaatan yang benar bertujuan untuk menumbuhkan karakter Kristus dalam kehidupan kita
Bapak ibu saudara setelah kita percaya kepada Tuhan, Kita juga ingin merubah sifat manusia lama dalam diri kita, Tuhan, aku sudah giat berdoa dan membaca Firman-Mu, tetapi mengapa aku sulit mengubah sifat manusia lamaku?
Saudara kekasih, Pertumbuhan rohani itu tidak berlangsung secara instan karena memerlukan PROSES. Sebagaimana bayi bertumbuh menjadi orang dewasa, kita juga bertumbuh secara rohani sejak kita menerima Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Dan selanjutnya…
Ketaatan juga memerlukan proses pembelajaran. Tidak ada orang yang langsung sempurna dalam ketaatan. Petrus membutuhkan waktu panjang untuk bertumbuh menjadi murid yang taat.
Pada awalnya ia impulsif, mudah takut, bahkan mudah menyangkal Yesus. Namun Tuhan tidak menyerah atas hidupnya. Ketaatan itu dibangun melalui pengalaman jatuh-bangun, melalui proses teguran dan pemulihan. Intinya Tuhan tidak menuntut ketaatan sempurna seketika, tetapi Ia menuntut hati yang mau dibentuk.
Apakah tantangannya ketika kita akan melakukan ketaatan kepada Tuhan? Salah satu tantangan terbesar dalam ketaatan adalah KONSISTENSI. (kemantaban - kestabilan - keberlanjutan)
(Kita memang Mudah taat ketika keadaan baik, tetapi akan menjadi sulit taat ketika kita dalam masalah & tekanan hidup.)
Namun justru di tengah situasi seperti itulah kualitas ketaatan kita itu diuji. Jadi ketaatan kita akan diuji oleh masalah yang kita hadapi setiap saat.
Perhatikan pada saat berada dalam kesusahan, kita semua cenderung mengambil keputusan cepat berdasarkan perasaan, bukan berdasarkan firman. Padahal ketaatan yang benar menuntut agar kita tetap berjalan di jalan Tuhan, sekalipun jalan itu adalah jalan yang sempit. Amin saudara?
Selanjutnya saudara selain Konsistensi Ketaatan juga memerlukan KEBERANIAN, keberanian untuk apa?
Keberanian untuk berbeda dari dunia, keberanian menolak dosa, meninggalkan hubungan yang tidak sehat, dan juga berkata “tidak” kepada godaan, serta berani berdiri di pihak Allah meskipun kita harus kehilangan kenyamanan, kehilangan kesempatan, atau persetujuan manusia.
Jadi apa yang bisa kita simpulkan !?
•Ketaatan sebenarnya berbicara tentang harga yang harus dibayar,
•Ketaatan juga bicara tentang pengorbanan, dan penyangkalan diri. Tapi justru hal inilah yang biasanya dihindari orang. BENER NGGAK?
Banyak orang lebih memilih mengikuti keinginannya sendiri, hidup sesuka hatinya, tidak mau diatur maunya mengatur, melakukan ketaatan kepada Tuhan dengan terpaksa karena takut akan sanksi atau hukuman seharusnya tidak demikian.
Nah padahal sesungguhnya tugas kita semua sebagai anak Tuhan adalah menumbuhkan karakter diri kita yang makin serupa dengan Kristus dan tentu yang menilai juga Tuhan Yesus melalui Firman Tuhan.
Pertanyaannya bagi kita hari ini:
Apakah saya selama lebih banyak melakukan kehendak Tuhan atau kehendak saya sendiri?
Apakah saya hanya taat ketika situasi saya nyaman?
Apakah saya bersedia taat sekalipun saya tidak mengerti?
Kiranya Roh Kudus memampukan kita semua untuk terus berkomitmen taat kepada Bapa, seperti Tuhan kita Yesus Kristus yang taat sampai mati di atas kayu salib.
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara” (Roma 8:29).
PENUTUP
Bapa kita di Surga melihat kita sebagai anak-anak-Nya yang sedang bertumbuh makin menyerupai Kristus. Terutama dalam hal ketaatan. Kejatuhan kita dalam dosa tak cuma membuat tindakan kita menjadi tercela, tetapi juga cara pandang kita akan segala sesuatu, serta visi hidup kita menjadi buram.
Marilah terus belajar taat kepada Tuhan, termasuk belajar rendah hati melewati masa-masa yang tidak mudah.
Ketika Tuhan mengizinkan kita untuk diproses, jangan melawan, tetapi nikmatilah proses itu, maka Tuhan akan menyediakan segalanya dengan cara yang luar biasa.
Ketika kita berserah kepada-Nya, Ia pasti akan menemani kita dalam menjalani setiap proses yang harus kita lalui.
Ketaatan merupakan kunci bagi kita untuk hidup dalam kebenaran dan bukti kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati.
Ada tiga kebenaran tentang ketaatan yang berkenan di hadapan Tuhan:
1. Ketaatan yang benar didasarkan atas kasih kita kepada Tuhan
2. Ketaatan yang benar diperoleh dengan fokus yang tertuju kepada Tuhan
3. Ketaatan yang benar bertujuan untuk menumbuhkan karakter Kristus dalam kehidupan kita
Memilih Tetap Setia
Ada Saat-nya Yang Kualami
Tak Seperti Yang Aku Ingini
Kutetapkan, Hati Untuk Percaya
Ada Saat-nya Yang Kuhadapi
Seringkali Aku Tak Mengerti
Kumemilih Untuk Tetap Setia
Reff :
Sampai Akhir Di Hidupku
Ku Kan Tetap MenyembahMu
MelayaniMu Seumur Hidupku
Sampai Ku Menutup Mata
Ku Tetap MengasihiMu
Biar Kau Dapati
Ku HambaMu Yang Setia
Kesetiaan itu mahal, Godaan selalu Murah
Pilihan Ada Di tanganMu
Belajar dari Yusuf
Pada Perjanjian Lama kita mengenal tokoh Yusuf. Kisahnya tercatat dalam Kejadian 37-50. Yusuf mengalami banyak kemalangan sebelum pada akhirnya menjadi orang kepercayaan Firaun. Petualangan Yusuf dimulai ketika dia dijual oleh saudara-saudaranya, digoda istri Potifar hingga dipenjara. Alkitab mencatat ada satu kunci yang menjadikan Yusuf tangguh dan berhasil, yakni “…TUHAN menyertai Yusuf” (Kej. 39:21).
Meski Yusuf mengalami perlakuan yang tidak adil, ia tetap memegang teguh integritasnya. Ketika digoda oleh istri Potifar, Yusuf memilih lari dan menolak berbuat dosa, bukan hanya terhadap Potifar, tapi terlebih terhadap Allah. Ketika ia dipenjara karena fitnah, Yusuf tidak larut dalam kepahitan. Justru di tempat yang sempit dan gelap itu, penyertaan Tuhan tetap nyata. Kepala penjara mempercayakan segalanya kepada Yusuf, karena melihat bahwa Tuhan membuat segala yang diperbuatnya berhasil (Kej. 39:23).
Kesetiaan Yusuf bukan berdasar pada situasi yang menyenangkan, tetapi pada pengenalan akan Allah yang tak pernah meninggalkannya. Hari-hari kelam tidak membentuk Yusuf menjadi pahit, justru membentuknya menjadi pribadi yang bijaksana, rendah hati, dan siap menerima tanggung jawab besar. Dan ketika waktu Tuhan tiba, Yusuf diangkat menjadi orang kedua setelah Firaun—dipercaya untuk menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.
Yang paling menyentuh, Yusuf tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia mengampuni saudara-saudaranya dan melihat segala penderitaannya sebagai bagian dari rencana Allah.
“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kej. 50:20)
Yusuf mengajarkan kita bahwa penyertaan Tuhan bukan berarti hidup bebas dari masalah, melainkan ada kekuatan, ketenangan, dan tujuan ilahi dalam setiap langkah. Di tengah ketidakadilan, godaan, dan penantian yang panjang, Yusuf memilih setia. Dan Tuhan memakainya secara luar biasa.
Belajar setia
Terkadang, dalam perjalanan setia kepada panggilan Tuhan, kita malah bertemu dengan kekecewaan. Sudah berusaha sebaik mungkin, tapi justru dilukai. Sudah taat, tapi malah dipinggirkan. Kita bertanya dalam hati, “Untuk apa semua ini? Apakah kesetiaanku sia-sia?”
Kalau kamu sedang berada di titik itu—letih, kecewa, dan nyaris menyerah—izinkan aku mengingatkan: kamu tidak sendiri. Semua orang yang ingin setia pasti diuji. Bahkan Yusuf pun harus melewati pengkhianatan, fitnah, dan penjara, sebelum akhirnya dipakai Tuhan secara luar biasa.
Kesetiaan memang mahal, tapi juga indah. Inilah 3 alasannya:
1. Allah kita adalah Allah yang setia
Di tengah godaan dunia yang gemerlap dan jalan pintas yang menggoda, kesetiaan terasa seperti pilihan yang kalah. Tapi justru karena itu, kesetiaan menjadi sangat berharga. Bukan karena kita kuat, tapi karena kita mengikuti Allah yang setia. “Allah setia, dan Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai di luar kekuatanmu…” (1 Korintus 10:13).
Kesetiaan bukan berarti bebas dari air mata. Tapi justru di dalam air mata itulah kita belajar percaya, bahwa saat Tuhan tampak diam, Dia sebenarnya sedang bekerja.[Klik link berikut untuk mengakses kompilasi beragam materi pembahasan yang banyak ditanyakan anak-anak Tuhan, menambah pemahaman kita tentang firman Tuhan enlightenment letters katalog]
2. Kesetiaan adalah proses dibentuk, bukan sekadar hasil akhir
Setia itu tidak instan. Ia seperti akar yang bertumbuh dalam gelap. Mungkin tidak terlihat, tapi justru dari situlah kekuatan sejati berasal. Saat kita tetap setia meskipun tidak dipuji, tidak dilihat, bahkan tidak dihargai—itulah bukti bahwa kita melayani bukan untuk sorotan, tapi karena kita tahu kepada siapa kita mempersembahkan hidup ini.
Filipi 3:14 mengingatkan kita untuk “berlari-lari kepada tujuan, untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Dan seperti Paulus, kita pun rindu suatu hari bisa berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7).
Setia itu worth it—karena kita tidak berlari tanpa arah. Kita berlari menuju Kristus.
3. Kesetiaan adalah respons terhadap anugerah
Kesetiaan sejati tidak dimulai dari ambisi atau keinginan untuk terlihat rohani. Kesetiaan lahir dari kesadaran bahwa kita telah lebih dulu dipercaya. “Kristus Yesus… menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku.” (1 Timotius 1:12).
Kita tidak setia supaya dianggap layak. Justru karena kita sudah diberi kehormatan oleh Tuhan, kita memilih untuk setia. Dan pelayanan bukan cuma soal mimbar atau gereja. Pelayanan adalah hidup yang dijalani dengan sungguh-sungguh—di rumah, di kampus, di kantor, di mana pun Tuhan menempatkan kita.
***
Belajar setia dimulai dari hal-hal kecil: menjaga perkataan, menyelaraskan hati, dan melakukan tugas sederhana dengan kasih. Dunia mungkin menawarkan kesenangan cepat, tapi kesetiaan membentuk karakter yang tahan uji.
Yesus telah menunjukkan pada kita, bagaimana menjadi setia sampai akhir: melayani, mengampuni, dan tetap taat pada Bapa. Sekarang giliran kita, memikul salib dan mengikut Dia.
Kiranya Allah yang setia menolong kita menyelesaikan apa yang telah Ia mulai dalam hidup kita. Dan semoga saat kita menoleh ke belakang suatu hari nanti, kita bisa berkata, “Tuhan, aku sudah belajar setia. Tidak sempurna, tapi aku berjalan bersama-Mu.”
Ibadah Umum GBIS BK - Minggu, 18 Oktober 2026
Preacher : Pdt. DR. Hosea Bambang S.A, S.H., M.A, M.Th, Ph.D.
Written by : ssr
Kontributor : Tim Multimedia
Kembali ke BERANDA (Tampilan awal Blog)
Blog GBIS BK punya gawe koleksi lagu-lagu gereja di akun Tik Tok dan Youtube, yuk LIKE dan FOLLOW :
SHARE & LIKE Akun Tik Tok Admin Blog GBIS BK (Kumpulan Lagu-lagu Gereja)
SUBSCRIBE Channel Youtube Blog GBIS BK - RC777 Channel (Kumpulan Lagu-lagu Gereja)
**************** [] *****************
Blog GBIS Bukit Karmel memiliki beragam referensi mulai dalam bentuk teks, audio, video sebagai berikut :
+ Yang BARU dari Blog GBIS - Mengenal Bagian Tubuh kita dan fungsinya sehari-hari, penting untuk dibaca, dibahas secara sederhana, lugas, gamblang dan menyenangkan.
HORMON Manusia : Insulin, Glukagon, Testosteron, Estrogen, Progesteron, Eritropoetin, Histamin, Tiroksin, Hormon Pertumbuhan, Kalsitonin, Paratiroid, Aldosteron, Prolaktin, Hormon Antidiuretik, Somatostatin
+ Enlightenment Letters Koleksi Artikel TRENDING TOPIK (firman Tuhan singkat - powerful - membuka wawasan baru) !
+ Koleksi Renungan Firman Tuhan AUDIO (>100 file audio dengan berbagai tema) yang membantu Anda dapat mendengarkan firman Tuhan dalam berbagai kegiatan Anda
+ RANGKUMAN FIRMAN TUHAN (> 250 artikel) yang dapat menambah wawasan pengetahuan Anda tentang eksplorasi pembahasan firman Tuhan
+ VIDEO FULL IBADAH (>480 video) umum bagi Anda yang ingin menikmati rekaman ibadah dan firman Tuhan
+ VIDEO INTERAKTIF SENENGNYANGOFI (>51 video) - Ngobrolin firman dengan gaya, dengan beragam koleksi tema yang dibahas
+ e-BOOK yang dapat didownload dan dapat bermanfaat bagi Anda yang memerlukan
+ ALKITAB AUDIO (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru dalam format MP3) mendengarkan firman Tuhan setiap waktu
+ QUOTES - Wise Word Card - Koleksi kata-kata mutiara, mulai dari ucapan ulang tahun, hari raya, ucapan selamat pagi yang membangun iman, RIP dan sebagainya.
**************** [] *****************
NOTE : Kalau Anda mengakses melalui hape ke https://gbisbk.blogspot.com setelah muncul tampilan blognya, segera scroll ke ujung paling bawah pilih "Lihat versi web" lalu klik, maka akan tampil blog versi web, katalog Warta GBIS ada di sisi kanan ya.
@BILA ANDA MERASA DIBERKATI MELALUI FIRMAN TUHAN/POSTINGAN/KESAKSIAN INI, SILAKAN KOMEN DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH INI.
@SILAKAN SHARE LINK POSTINGAN INI KE TEMAN-TEMAN/SAHABAT ANDA, Mari Viralkan Postingan yang Memberkati Orang lain juga. Welcome Greetings Link
Admin menerima artikel kesaksian/ renungan firman Tuhan/ rangkuman khotbah/ dokumentasi foto event komisi/PDW/video komisi, e-mail ke : gbisbk.kebayoranlama@gmail.com



.png)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar