THE GOOD NEWS DIGITAL LITERATION GBIS BK

VISI Blog GBIS BK selaras dengan Visi Gereja Bethel Injil Sepenuh Bukit Karmel yaitu : "Gereja yang beramanat Agung dan berkemenangan" dengan MISI : "mempersiapkan jemaat agar bertumbuh dalam iman dan kekudusan bagi Kerajaan Allah." Blog GBIS BK menjadi THE GOOD NEWS DIGITAL LITERATURE GBIS BK - Pusat Literasi Digital Kristen bagi jemaat yang mencintai firman Tuhan dengan membaca dan merenungkannya siang dan malam serta informasi terkait pelayanan & pekerjaan Tuhan di GBIS BK, sehingga menjadi jemaat yang takut akan Tuhan yang mendatangkan HIKMAT & PENGETAHUAN serta peduli untuk mengambil bagian dalam pelayanan & pekerjaan Tuhan di GBIS BK.
Tampilkan postingan dengan label Hosea Bambang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hosea Bambang. Tampilkan semua postingan

18 Oktober 2026

Ketaatan yang Benar

Shalom ! Para pembaca setia Blog GBIS BK.

    Pelayanan firman Tuhan pagi ini dilayani oleh Bpk. Pdt. DR. Hosea Bambang S.A, S.H., M.A, M.Th, Ph.D.

File PPT FirTu pagi ini bagi Anda yang ingin mempelajarinya dapat didownload

Ketaatan Yang Benar

 • Filipi 2 : 1-13   • Mazmur 25 : 1- 14   

    Renungan kali ini mengajak kita untuk mau belajar hidup dalam ketaatan, taat untuk apa? Tentu saja taat untuk menjalankan perintah-Nya melalui tindakan yang nyata, yang kita lakukan seperti mendengar, memperhatikan, melaksanakan, serta tunduk kepada Firman Allah.

    Ya kita juga tahu ketaatan adalah satu kata yang sangat mudah untuk kita ucapkan, tetapi kadang sulit untuk kita lakukan apalagi diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Bahkan sebagian orang berprasangka bahwa ajaran keselamatan yang berdasarkan anugerah itu  secara tidak langsung bisa menghilangkan sikap taat kita terhadap kehendak Allah. Maksudnya gini "walaupun kita tidak taat kalau Tuhan berkendak ya tetap selamat" Tapi Prasangka ini tidak tepat sepenuhnya. Firman Tuhan Yesaya 56:1 mengatakan,

“Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.”

Nah Firman Tuhan ini menegaskan, bahwa Keselamatan yang sudah kita terima seharusnya justru manjadi pendorong bagi kita untuk hidup dalam ketaatan. Lagipula Kita juga harus menyadari bahwa keselamatan yang telah kita terima itu bukan hanya bermakna Pengampunan dosa saja, tetapi juga bermakna Pembaruan hidup oleh Roh Kudus.

[Ayo pasang iklan Ucapan Natal/Bisnis/Usaha Anda - buruan!!] Investasi Anda Menambah Semarak Perayaan Natal GBIS BK (Partisipasi Anda MEMBERKATI)

    Bagi kita yang sudah menerima karya keselamatan dari Tuhan Yesus dan telah dibaharui hidupnya oleh Roh Kudus maka kita harus berusaha sepenuh hati menaati kehendak Allah. AMIN. Itulah sebabnya, orang-orang yang sudah mengalami pembaruan hidup oleh Roh Kudus disebut sebagai Anak-Anak Allah.

    Yang luarbiasa itu Tuhan akan mengaruniakan berkat-berkat-Nya kepada setiap orang yang mau berjalan bersama-Nya dalam ketaatan yang sungguh-sungguh, sekalipun kita harus menghadapi berbagai-bagai tantangan. Jadi Saudara harus ingat bahwa:

•Ketaatan adalah anugerah dari Tuhan, (dan juga)

•Ketaatan memberikan kekuatan hati untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan-Nya. serta

•Ketaatan juga merupakan jalan menuju rencana terbaik yang Tuhan sudah sediakan bagi kita semua.

    Oleh karena itu Marilah kita semua berserah kepada-Nya karena "Kehendak Tuhan" itu selalu lebih baik daripada rencana kita. “Ketaatan” itu bukan beban, tetapi BUKTI KASIH dan IMAN kita kepada-Nya, bahkan ketaatan itu adalah sumber kekuatan hidup kita setiap hari.

Ada tiga hal tentang ketaatan yang benar di hadapan Tuhan. Tiga hal inilah yang ingin juga saya bagikan :

1. Ketaatan yang benar didasarkan atas kasih kita kepada Tuhan

Filipi 2 : 5-9

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,     

    Bapak/ibu juga saudara semua, Ketaatan itu menuntut kerelaan untuk meninggalkan kehendak kita sendiri. Banyak sih orang yang bersedia taat, selama kehendak Tuhan itu sejalan dengan keinginan mereka. Namun bagaimana jika kehendak Tuhan tidak sejalan dengan kehendak kita, akankah kita tetap taat.

    Sebab ketaatan sejati akan tampak ketika Tuhan meminta kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai atau tidak kita mengerti. Namun kita bersedia melakukannya dengan iklas.[Klik link berikut untuk mengakses kompilasi beragam materi pembahasan yang banyak ditanyakan anak-anak Tuhan, menambah pemahaman kita tentang firman Tuhan enlightenment letters katalog]

•Abraham taat ketika Tuhan meminta Ishak, anak yang sangat ia kasihinya itu untuk dikorbankan.

•Musa taat ketika Tuhan menyuruhnya kembali ke Mesir, tempat yang dulunya harus ia hindari karena ia membunuh mandor lalu dia diburu, dan akhirnya ia melarikan diri.

•Yesus taat sampai mati, di kayu salib. 

    Mereka taat bukan karena mereka memahami semuanya, melainkan karena mereka mengasihi Tuhan dan percaya kepada Allah yang memanggil mereka.

•illustrasi tadi tentang Abraham yang mempersembahkan anaknya, "Ishak", kepada Tuhan. Sekilas, perintah Tuhan bagi Abraham terdengar tak masuk akal. Mengapa?

    Bukankah Abraham dijanjikan akan memiliki keturunan yang banyak (Kejadian 15:5), lantas mengapa Ishak, anak satu-satunya malah harus dikorbankan (Kejadian 22:2)?

•Jika kita sendiri mengalami kondisi seperti Abraham, kira-kira bagaimanakah kita akan merespons, perintah Tuhan?

    Alkitab mencatat Abraham taat melakukan perintah Tuhan tersebut, meski mungkin itu rasanya tidak masuk akal.

Apakah yang membuat Abraham bersedia taat?

Jawabannya adalah karena dia mengasihi Tuhan.

•Abraham tidak ragu untuk taat sebab dasar imannya adalah pengalaman pribadinya Bersama Allah. 

Ketaatannya adalah buah dari imannya yang mengasihi Tuhan.

    Abraham tahu siapa Tuhan berdasarkan apa? Belum ada Alkitab, Ia tahu berdasarkan pengalaman pribadinya bersama Tuhan/ mengalami Tuhan di masa lalunya.

•Ingatlah Ketika mendapatkan  "Ishak" anak perjanjian itu usianya sudah tua, ishak adalah penggenapan janji Tuhan di dalam hidupnya. Masakan harus dikorbankan? Namun Abraham bersedia Taat, Oleh sebab itu, Kejadian pasal 22 Alkitab mencatat "Allah lalu memberkati Abraham atas iman percayanya."

•Nah Melalui kisah Abraham ini, saudara bisa belajar untuk lebih menumbuhkan kasih saudara kepada Tuhan. Semakin hari kasih saudara/kita kepada Tuhan harusnya makin bertumbuh, jadi kita bisa lebih bersukacita dalam ketaatan.

    Dan juga Kita semua seharusnya berterima kasih kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya yang berlimpah bagi kita walaupun kita ini orang berdosa, tapi kita dikasihiNya, Amin

•Jadi Saya berpikir bahwa dengan selalu mengingat bahwa kita ini, dikasihiNya, dijagainya dan seterusnya maka kita bisa lebih menumbuhkan kasih kita kepada Tuhan Yesus juruslamat kita. Amin ( mengakhiri poin pertama)

•Ketika ketaatan kita didasarkan pada kasih kita pada Tuhan, dan kita selalu terhubung kepada-Nya, maka Tuhan akan mengubahkan persepsi kita yang tadinya hanya berdasarkan pengertian kita sendiri berubah akan menjadi sesuai kebenaran-Nya. Sebab Allah telah memberi kita masing-masing iman. Makanya iman kita pun akan bertumbuh semakin dewasa dan semakin mengasihi Tuhan. Semakin mengerti kehendakNya dalam hidup pribadi kita.

2. Ketaatan yang benar diperoleh dengan fokus yang tertuju kepada Tuhan

•Salah satu contoh tokoh Alkitab yang selalu memiliki fokus tertuju kepada Tuhan adalah Daud. Dalam Mazmur 25;14 daud berkata "TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka" 

    Walaupun Daud dikejar-kejar oleh musuhnya yang tidak lain keluarganya sendiri, tetapi hatinya selalu tertuju kepada Tuhan.

“Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan” (Mazmur 27:8)

•Apakah hati kita juga benar-benar tertuju kepada Tuhan dan Firman-Nya? Seperti Daud,

Apakah ketaatan kita sungguh merupakan wujud dari pandangan hidup kita yang selalu tertuju pada Tuhan? Atau, apakah kita lebih menyukai kegiatan-kegiatan lain (gak fokus) untuk melakukan  ketaatan kita kepadaNya?

HORMON Manusia : Insulin, Glukagon, Testosteron, Estrogen, Progesteron, Eritropoetin, Histamin, Tiroksin, Hormon Pertumbuhan, Kalsitonin, Paratiroid, Aldosteron, Prolaktin, Hormon Antidiuretik, Somatostatin

•Seharusnya Saudara menjadikan ketaatan sebagai bukti nyata dari komitmen kita kepada Allah. Karena kita hanya mau fokus padaNya, Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh. 14:15).

  Artinya, kasih kita kepada Tuhan tidak bisa diukur melalui kata-kata, lagu-lagu penyembahan, atau aktivitas rohani saja, melainkan melalui tindakan kongkret yang sesuai dengan kehendak-Nya. Karena Ketaatan kita itu menunjukkan bahwa Allah itu sungguh-sungguh menjadi Tuhan dalam hidup kita.

    Namun, faktanya sih melakukan ketaatan itu tidak selalu mudah. Ada banyak hal dalam hidup ini yang sering kali bertentangan dengan kehendak Tuhan di saat kita akan taat kepada KehendakNya

•Dunia menawarkan jalan cepat, atau solusi yang instan, dan juga

   Kenyamanan-kenyamanan yang sesaat kepada kita.

•Daging kita mendorong kita menuju kesenangan pribadi.

•Tekanan sosial pun sering membuat kita berkompromi dengan dosa.

    Oleh karena itu, ketaatan memerlukan fokus dan komitmen yang kuat : komitmen untuk berkata “ya” kepada Allah meskipun pilihan itu sulit, tidak populer, atau tidak nyaman. 

Semisal, atau misalkan saja…

•Sekalipun saudara tidak pernah absen ke gereja, tapi saudara tetap memelihara sikap egois dan membenci orang-orang di sekitar.

•Sekalipun mendengar dengan seksama khotbah pendeta di gereja, tapi Alkitab kita selalu tertutup di hari-hari lainnya.

•Sekalipun saudara GIAT melayani di gereja, tetapi saudara tidak peka dengan kebutuhan keluarga.

•Bahkan RAJIN memberikan persembahan, tetapi hatimu masih serakah. Itu semua artinya kita tidak fokus kepada Tuhan.

    Masalahnya kita tidak terbiasa melatih hati kita selaras dengan ketaatan eksternal yang kita lakukan. Penyebabnya karena :

•Kita melaksanakan ketaatan tanpa fokus yang tertuju kepada Tuhan. Sebab Ketaatan yang memfokuskan diri kita kepada Tuhan bukanlah hal yang mudah. Kita perlu mengaplikasikan apa yang kita pelajari di gereja atau pengajaran yang sudah kita terima masing-masing di situlah perjuangan kita.

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah” (Ibrani 12:2)

3. Ketaatan yang benar bertujuan untuk menumbuhkan karakter Kristus dalam kehidupan kita

    Bapak ibu saudara setelah kita percaya kepada Tuhan, Kita juga ingin merubah sifat manusia lama dalam diri kita, Tuhan, aku sudah giat berdoa dan membaca Firman-Mu, tetapi mengapa aku sulit mengubah sifat manusia lamaku?

    Saudara kekasih, Pertumbuhan rohani itu tidak berlangsung secara instan karena memerlukan PROSES. Sebagaimana bayi bertumbuh menjadi orang dewasa, kita juga bertumbuh secara rohani sejak kita menerima Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Dan selanjutnya…

    Ketaatan juga memerlukan proses pembelajaran. Tidak ada orang yang langsung sempurna dalam ketaatan. Petrus membutuhkan waktu panjang untuk bertumbuh menjadi murid yang taat.

    Pada awalnya ia impulsif, mudah takut, bahkan mudah menyangkal Yesus. Namun Tuhan tidak menyerah atas hidupnya. Ketaatan itu dibangun melalui pengalaman jatuh-bangun, melalui proses teguran dan pemulihan. Intinya Tuhan tidak menuntut ketaatan sempurna seketika, tetapi Ia menuntut hati yang mau dibentuk.

    Apakah tantangannya ketika kita akan melakukan ketaatan kepada Tuhan? Salah satu tantangan terbesar dalam ketaatan adalah KONSISTENSI. (kemantaban - kestabilan - keberlanjutan)

(Kita memang Mudah taat ketika keadaan baik, tetapi akan menjadi sulit taat ketika kita dalam masalah & tekanan  hidup.)

    Namun justru di tengah situasi seperti itulah kualitas ketaatan kita itu diuji. Jadi ketaatan kita akan diuji oleh masalah yang kita hadapi setiap saat.

    Perhatikan pada saat berada dalam kesusahan, kita semua cenderung mengambil keputusan cepat berdasarkan perasaan, bukan berdasarkan firman. Padahal ketaatan yang benar menuntut agar kita tetap berjalan di jalan Tuhan, sekalipun jalan itu adalah jalan yang sempit. Amin saudara?

    Selanjutnya saudara selain Konsistensi Ketaatan juga memerlukan KEBERANIAN, keberanian untuk apa?

    Keberanian untuk berbeda dari dunia, keberanian menolak dosa, meninggalkan hubungan yang tidak sehat, dan juga berkata “tidak” kepada godaan, serta berani berdiri di pihak Allah meskipun kita harus kehilangan kenyamanan, kehilangan kesempatan, atau persetujuan manusia. 

Jadi apa yang bisa kita simpulkan !?

•Ketaatan sebenarnya berbicara tentang harga yang harus dibayar, 

•Ketaatan juga bicara tentang pengorbanan, dan penyangkalan diri. Tapi justru hal inilah yang biasanya dihindari orang. BENER NGGAK?

    Banyak orang lebih memilih mengikuti keinginannya sendiri, hidup sesuka hatinya, tidak mau diatur maunya mengatur, melakukan ketaatan kepada Tuhan dengan terpaksa karena takut akan sanksi atau hukuman seharusnya tidak demikian.

    Nah padahal sesungguhnya tugas kita semua sebagai anak Tuhan adalah menumbuhkan karakter diri kita yang makin serupa dengan Kristus dan tentu yang menilai juga Tuhan Yesus melalui Firman Tuhan.

Pertanyaannya bagi kita hari ini:

Apakah saya selama lebih banyak melakukan kehendak Tuhan atau kehendak saya sendiri?

Apakah saya hanya taat ketika situasi saya nyaman?

Apakah saya bersedia taat sekalipun saya tidak mengerti?     

    Kiranya Roh Kudus memampukan kita semua untuk terus berkomitmen taat kepada Bapa, seperti Tuhan kita Yesus Kristus yang taat sampai mati di atas kayu salib.

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara” (Roma 8:29).

PENUTUP

    Bapa kita di Surga melihat kita sebagai anak-anak-Nya yang sedang bertumbuh makin menyerupai Kristus. Terutama dalam hal ketaatan. Kejatuhan kita dalam dosa tak cuma membuat tindakan kita menjadi tercela, tetapi juga cara pandang kita akan segala sesuatu, serta visi hidup kita menjadi buram.

    Marilah terus belajar taat kepada Tuhan, termasuk belajar rendah hati melewati masa-masa yang tidak mudah.

    Ketika Tuhan mengizinkan kita untuk diproses, jangan melawan, tetapi nikmatilah proses itu, maka Tuhan akan menyediakan segalanya dengan cara yang luar biasa.

    Ketika kita berserah kepada-Nya, Ia pasti akan menemani kita dalam menjalani setiap proses yang harus kita lalui.

    Ketaatan merupakan kunci bagi kita untuk hidup dalam kebenaran dan bukti kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati.

Ada tiga kebenaran tentang ketaatan yang berkenan di hadapan Tuhan:

1. Ketaatan yang benar didasarkan atas kasih kita kepada Tuhan

2. Ketaatan yang benar diperoleh dengan fokus yang tertuju kepada Tuhan

3. Ketaatan yang benar bertujuan untuk menumbuhkan karakter Kristus dalam kehidupan kita 


Memilih Tetap Setia

Ada Saat-nya Yang Kualami

Tak Seperti Yang Aku Ingini

Kutetapkan, Hati Untuk Percaya

 

Ada Saat-nya Yang Kuhadapi

Seringkali Aku Tak Mengerti

Kumemilih Untuk Tetap Setia

Reff :

Sampai Akhir Di Hidupku

Ku Kan Tetap MenyembahMu

MelayaniMu Seumur Hidupku

 

Sampai Ku Menutup Mata

Ku Tetap MengasihiMu

Biar Kau Dapati

Ku HambaMu Yang Setia

 

Kesetiaan itu mahal, Godaan selalu Murah

Pilihan Ada Di tanganMu

Belajar dari Yusuf 

    Pada Perjanjian Lama kita mengenal tokoh Yusuf. Kisahnya tercatat dalam Kejadian 37-50. Yusuf mengalami banyak kemalangan sebelum pada akhirnya menjadi orang kepercayaan Firaun. Petualangan Yusuf dimulai ketika dia dijual oleh saudara-saudaranya, digoda istri Potifar hingga dipenjara. Alkitab mencatat ada satu kunci yang menjadikan Yusuf tangguh dan berhasil, yakni “…TUHAN menyertai Yusuf” (Kej. 39:21).

    Meski Yusuf mengalami perlakuan yang tidak adil, ia tetap memegang teguh integritasnya. Ketika digoda oleh istri Potifar, Yusuf memilih lari dan menolak berbuat dosa, bukan hanya terhadap Potifar, tapi terlebih terhadap Allah. Ketika ia dipenjara karena fitnah, Yusuf tidak larut dalam kepahitan. Justru di tempat yang sempit dan gelap itu, penyertaan Tuhan tetap nyata. Kepala penjara mempercayakan segalanya kepada Yusuf, karena melihat bahwa Tuhan membuat segala yang diperbuatnya berhasil (Kej. 39:23).

    Kesetiaan Yusuf bukan berdasar pada situasi yang menyenangkan, tetapi pada pengenalan akan Allah yang tak pernah meninggalkannya. Hari-hari kelam tidak membentuk Yusuf menjadi pahit, justru membentuknya menjadi pribadi yang bijaksana, rendah hati, dan siap menerima tanggung jawab besar. Dan ketika waktu Tuhan tiba, Yusuf diangkat menjadi orang kedua setelah Firaun—dipercaya untuk menyelamatkan banyak orang dari kelaparan.

    Yang paling menyentuh, Yusuf tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ia mengampuni saudara-saudaranya dan melihat segala penderitaannya sebagai bagian dari rencana Allah.

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kej. 50:20)

    Yusuf mengajarkan kita bahwa penyertaan Tuhan bukan berarti hidup bebas dari masalah, melainkan ada kekuatan, ketenangan, dan tujuan ilahi dalam setiap langkah. Di tengah ketidakadilan, godaan, dan penantian yang panjang, Yusuf memilih setia. Dan Tuhan memakainya secara luar biasa.

Belajar setia 

    Terkadang, dalam perjalanan setia kepada panggilan Tuhan, kita malah bertemu dengan kekecewaan. Sudah berusaha sebaik mungkin, tapi justru dilukai. Sudah taat, tapi malah dipinggirkan. Kita bertanya dalam hati, “Untuk apa semua ini? Apakah kesetiaanku sia-sia?”

    Kalau kamu sedang berada di titik itu—letih, kecewa, dan nyaris menyerah—izinkan aku mengingatkan: kamu tidak sendiri. Semua orang yang ingin setia pasti diuji. Bahkan Yusuf pun harus melewati pengkhianatan, fitnah, dan penjara, sebelum akhirnya dipakai Tuhan secara luar biasa.

Kesetiaan memang mahal, tapi juga indah. Inilah 3 alasannya: 

1. Allah kita adalah Allah yang setia

    Di tengah godaan dunia yang gemerlap dan jalan pintas yang menggoda, kesetiaan terasa seperti pilihan yang kalah. Tapi justru karena itu, kesetiaan menjadi sangat berharga. Bukan karena kita kuat, tapi karena kita mengikuti Allah yang setia. “Allah setia, dan Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai di luar kekuatanmu…” (1 Korintus 10:13).    

    Kesetiaan bukan berarti bebas dari air mata. Tapi justru di dalam air mata itulah kita belajar percaya, bahwa saat Tuhan tampak diam, Dia sebenarnya sedang bekerja.[Klik link berikut untuk mengakses kompilasi beragam materi pembahasan yang banyak ditanyakan anak-anak Tuhan, menambah pemahaman kita tentang firman Tuhan enlightenment letters katalog]

2. Kesetiaan adalah proses dibentuk, bukan sekadar hasil akhir 

    Setia itu tidak instan. Ia seperti akar yang bertumbuh dalam gelap. Mungkin tidak terlihat, tapi justru dari situlah kekuatan sejati berasal. Saat kita tetap setia meskipun tidak dipuji, tidak dilihat, bahkan tidak dihargai—itulah bukti bahwa kita melayani bukan untuk sorotan, tapi karena kita tahu kepada siapa kita mempersembahkan hidup ini.

Filipi 3:14 mengingatkan kita untuk “berlari-lari kepada tujuan, untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Dan seperti Paulus, kita pun rindu suatu hari bisa berkata, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7).

Setia itu worth it—karena kita tidak berlari tanpa arah. Kita berlari menuju Kristus. 

3. Kesetiaan adalah respons terhadap anugerah

    Kesetiaan sejati tidak dimulai dari ambisi atau keinginan untuk terlihat rohani. Kesetiaan lahir dari kesadaran bahwa kita telah lebih dulu dipercaya. “Kristus Yesus… menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku.” (1 Timotius 1:12).

    Kita tidak setia supaya dianggap layak. Justru karena kita sudah diberi kehormatan oleh Tuhan, kita memilih untuk setia. Dan pelayanan bukan cuma soal mimbar atau gereja. Pelayanan adalah hidup yang dijalani dengan sungguh-sungguh—di rumah, di kampus, di kantor, di mana pun Tuhan menempatkan kita.

***

    Belajar setia dimulai dari hal-hal kecil: menjaga perkataan, menyelaraskan hati, dan melakukan tugas sederhana dengan kasih. Dunia mungkin menawarkan kesenangan cepat, tapi kesetiaan membentuk karakter yang tahan uji.

    Yesus telah menunjukkan pada kita, bagaimana menjadi setia sampai akhir: melayani, mengampuni, dan tetap taat pada Bapa. Sekarang giliran kita, memikul salib dan mengikut Dia.

    Kiranya Allah yang setia menolong kita menyelesaikan apa yang telah Ia mulai dalam hidup kita. Dan semoga saat kita menoleh ke belakang suatu hari nanti, kita bisa berkata, “Tuhan, aku sudah belajar setia. Tidak sempurna, tapi aku berjalan bersama-Mu.”




Ibadah Umum GBIS BK - Minggu, 18 Oktober 2026

Preacher : Pdt. DR. Hosea Bambang S.A, S.H., M.A, M.Th, Ph.D.

Written by : ssr

Kontributor : Tim Multimedia


Kembali ke BERANDA (Tampilan awal Blog)


Blog GBIS BK punya gawe koleksi lagu-lagu gereja di akun Tik Tok dan Youtube, yuk LIKE dan FOLLOW :

SHARE & LIKE Akun Tik Tok Admin Blog GBIS BK (Kumpulan Lagu-lagu Gereja)

SUBSCRIBE Channel Youtube Blog GBIS BK - RC777 Channel (Kumpulan Lagu-lagu Gereja)


                                    **************** [] *****************


Blog GBIS Bukit Karmel memiliki beragam referensi mulai dalam bentuk teks, audio, video sebagai berikut :

+ Yang BARU dari Blog GBIS - Mengenal Bagian Tubuh kita dan fungsinya sehari-hari, penting untuk dibaca, dibahas secara sederhana, lugas, gamblang dan menyenangkan.

HORMON Manusia : Insulin, Glukagon, Testosteron, Estrogen, Progesteron, Eritropoetin, Histamin, Tiroksin, Hormon Pertumbuhan, Kalsitonin, Paratiroid, Aldosteron, Prolaktin, Hormon Antidiuretik, Somatostatin

+  Enlightenment Letters Koleksi Artikel TRENDING TOPIK (firman Tuhan singkat - powerful - membuka wawasan baru) !

+  Koleksi Renungan Firman Tuhan AUDIO (>100 file audio dengan berbagai tema) yang membantu Anda dapat mendengarkan firman Tuhan dalam berbagai kegiatan Anda

+ RANGKUMAN FIRMAN TUHAN (> 250 artikel) yang dapat menambah wawasan pengetahuan Anda tentang eksplorasi pembahasan firman Tuhan

+ VIDEO FULL IBADAH (>480 video) umum bagi Anda yang ingin menikmati rekaman ibadah dan firman Tuhan

+ VIDEO INTERAKTIF SENENGNYANGOFI (>51 video) - Ngobrolin firman dengan gaya, dengan beragam koleksi tema yang dibahas

+ e-BOOK yang dapat didownload dan dapat bermanfaat bagi Anda yang memerlukan

+ ALKITAB AUDIO (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru dalam format MP3) mendengarkan firman Tuhan setiap waktu

+  QUOTES - Wise Word Card - Koleksi kata-kata mutiara, mulai dari ucapan ulang tahun, hari raya, ucapan selamat pagi yang membangun iman, RIP dan sebagainya.

**************** [] *****************

NOTE : Kalau Anda mengakses melalui hape ke https://gbisbk.blogspot.com setelah muncul tampilan blognya, segera scroll ke ujung paling bawah pilih "Lihat versi web" lalu klik, maka akan tampil blog versi web, katalog Warta GBIS ada di sisi kanan ya. 

Semoga mudah dipahami dan bermanfaat. Tuhan Yesus memberkati.🙏🏽

@BILA ANDA MERASA DIBERKATI MELALUI FIRMAN TUHAN/POSTINGAN/KESAKSIAN INI, SILAKAN KOMEN DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH INI.

@SILAKAN SHARE LINK POSTINGAN INI KE TEMAN-TEMAN/SAHABAT ANDA, Mari Viralkan Postingan yang Memberkati Orang lain juga. Welcome Greetings Link

Admin menerima artikel kesaksian/ renungan firman Tuhan/ rangkuman khotbah/ dokumentasi foto event komisi/PDW/video komisi, e-mail ke :  gbisbk.kebayoranlama@gmail.com 

26 Juli 2026

Mengapa Tuhan Mengijinkan Penderitaan?

Shalom para pembaca setia Blog GBIS BK.

    Renungan firman Tuhan hari ini dilayani oleh Bpk. Pdt. DR. Hosea Bambang S.A, S.H., M.A, M.Th, Ph.D.

Ilustrasi kertas kosong

 Coba lihat, perhatikan kertas ini yang putih, polos, bersih, rapih tapi ketika saya berdirikan dia tidak bisa berdiri tegak…

    Seperti itu jugalah hidup kita semua, ketika kita dilahirkan di dunia ini kita ibarat seperti kertas yang kosong kita menulis sendiri, mulai dari saat dilahirkan hingga saat ini, kita semua telah dan sedang cerita menulis cerita hidup kita masing-masing, ada cerita hidup yang menyenangkan tapi lebih banyak cerita hidup yang tidak menyenangkan, cerita tentang penderitaan katakanlah ketika kita mengalami kekecewaan, kesedihan, ataupun kemarahan, hidup kita rasanya seperti dilipat-lipat atau diremas-remas oleh penderitaan atau masalah itu dan yang namanya masalah tentu ada banyak jenis dan juga macamnya bagi setiap orang namun bagaimana hasil akhirnya tergantung respon saudara semua ?

    Tetapi bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang beriman dalam merespon masalah dan penderitaan yang kita alami mari kita masuk dalam renungan firman Tuhan pagi hari ini yang saya beri judul :

Mengapa Tuhan Mengijinkan Penderitaan

    Kita tinggalkan dulu kertas yang saya lipat atau saya remas-remas tadi karena kita akan mendengar firman Tuhan terlebih dahulu… nanti saya akan kembali ke kertas itu.

Yoh 16:33 (TSI) Terjemahan sederhana Indonesia

33“Semua ini Ku-katakan kepada kalian masing-masing yang sudah bersatu dengan Aku, supaya kamu bisa hidup dengan hati yang tenang. Dalam dunia ini, kamu pasti menderita. Tetapi kuatkanlah hatimu, karena Aku sudah mengalahkan dunia ini.”

 

• Kenapa Tuhan mengizinkan anak-anak-Nya mengalami masalah/ penderitaan? Katanya kita anak Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, tapi kok menderita? Kenapa Tuhan ga kasih garansi aja, bahwa semua orang yang percaya pada Tuhan Yesus tidak akan menderita lagi? Kan enak...Bener nggak saudara? (itu pikman - pikiran manusia saja)

    Manusia itu pada dasarnya tidak suka penderitaan yang disukainya adalah kenyamanan. Tetapi masalahnya, penderitaan atau kesusahan, kesengsaraan, atau rasa sakit itu bisa datang dengan sendirinya tanpa kita undang terlebih dahulu, sebab penderitaan, masalah, pergumulan adalah bagian dari kehidupan manusia.

    Apalagi DIsaat-saat ini saudara, di mana-mana (bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia) sedang mengalami penderitaan yang berdampak global atau merata diseluruh Dunia, Penyebabnya ada di tempat lain tapi kita semua juga mengalami dampaknya. (perang Israel vs Iran), nah ini masalah bukan?

    Sementara dalam kehidupan beragama ada mitos yang mungkin pernah saudara percayai yaitu ada berpikiran yg berkata kalau kita semakin kita rajin ke gereja, semakin kita rajin baca Alkitab dan dekat dengan Tuhan maka hal itu akan membuat kita bebas dari masalah dan penderitaan. Ini ekpektasi bener nggak saudara?

    Itu tidak benar dan Ini adalah pengajaran yang tidak bertanggung jawab dan tidak alkitabiah. Kalau kita selidiki maka semua tokoh-tokoh alkitab (Naomi, Rut, Daud dan lainnya) dan semua cerita-cerita yang tertulis di dalam alkitab menceritakan bahwa mereka juga mengalami penderitaan. Jadi penderitaan atau masalah memang bagian dari kehidupan manusia dan kita semua juga akan mengalaminya. Janganlah sesat berpikir oleh sebab itu hati dan pikiran kita perlu untuk dikalibrasi. (diluruskan) mau anak Tuhan atau tidak keduanya tetap akan kena menghadapi masalah, penderitaan, nah ini yang benar.

    Jadi sebagai orang percaya Hidup kita ini tidak akan pernah lepas dari Penderitaan, Kesusahan, Kesengsaraan, atau Krisis, bahkan KATA Alkitab hidup kita sebagai orang percaya akan selalu mengalami Peperangan rohani karena kita masih di dunia yang berdosa sehingga kita pasti akan menghadapi musuh-musuh kita yang tidak terlihat. Yaitu iblis yang selalu menggunakan masalah atau penderitaan kita itu untuk menuntut/mengintimidasi orang percaya melalui pelanggaran-pelanggaran, kita bahkan dosa-dosa yang masih mengikat hidup kita. Oleh sebab itu Tuhan bicara pada kita untuk bertobat dan meninggalkan cara hidup kita yang lama.

    Nah jadi Yesus sendiri dengan tegas mengatakan kepada kita tentang hidup kita yang harus menderita selama berada di dunia: seperti yang saya kutip dalam nats Firman Tuhan Yoh 16: 33 tadi, dalam bahasa Inggris tertulis :

John 16:33 (ESV) English Standard Version,

I have said these things to you, that in me you may have peace. In the world you will have tribulation. But take heart; I have overcome the world.”

Ada 4 poin yang disampaikan Yesus dalam ayat ini tapi 2 yang saya tekankan :

1. Dalam Kristus kita akan memiliki hati yang damai namun,

2. Dalam dunia kita akan memiliki penderitaan.

    Tetapi jangan salah menafsirkan, Tafsiran ini akan menjadi salah jika hal ini bersifat pilihan. Padahal maksud dari perkataan Kristus ini adalah Meskipun kita mengalami penderitaan di dalam dunia tetapi bersamaan dengan itu kalau kita ada di dalam Kristus maka kita akan tetap tenang dan tetap memiliki damai sejahtera.

    Jadi dapat disimpulkan kalau hidup kita tanpa Kristus maka kehidupan kita itu hanya berlangsung untuk menjalani penderitaan demi penderitaan saja tanpa ada makna kekekalan.

1. (Yoh 9: 1 - 3) PENYEBAB penderitaan yang kita bisa alami.

9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.

9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"

9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

    Dari ayat-ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa penyebab penderitaan adalah: karena :

1. Kesalahan diri sendiri- disebabkan perbuatan Dosa yg dilakukan manusia itu sendiri dan tidak dibereskan. (misal : tidak bisa bayar hutang, karena ada keserakahan atau timbulnya penyakit karena tidak menjaga kesehatan. Atau mengalami penderitaan disebabkan kelalaian orang lain, atau ditipu orang lain atau menjadi korban bencana alam, ini contoh saja)

2. Kesalahan masa lalu (Orang tua/faktor keturunan) - Karena ada ikatan kutuk dari orang tua kepada anaknya yang belum diputuskan.

Dua hal tadi memang penderitaan namun bukan itu saja….

3.Kehendak Tuhan tujuannya supaya nama Tuhan dipermuliakan dan pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan melalui penderitaan umatNya.

    Jadi penderitaan yang Tuhan maksudkan itu berkonotasi karena iman percaya kita di dalam Kristus. Makanya jangan heran kita bisa mengalami penganiayaan, tekanan, kesusahan, dalam hidup ini. Dan Tuhan sudah berkata supaya kita jangan kaget kalau kita sempat mengalami semua itu semua itu sudah dinubuatkan dalam Alkitab. 

    Di awal ayat 33 Yesus berkata “semua ini kukatakan kepadamu…

(I have said these things to you). Dan yang dimaksudkan Yesus dengan perkataan itu (Yesus sudah ngomong apa aja sih :

Yohanes 14:25 (Roh Kudus sang penolong & penghibur)

Yohanes 15:1-11 (Yesus adalah Pokok Anggur & Kita Carang-carangnya)

Yohanes 15:12-27 (Kasih Kristus menjadikan murid-muridNya adalah

                         Sahabat, dan sahabat akan menjadi saksi Kristus)

Yohanes 16: 1-25 (Roh Kudus yang akan memampukan mereka)

Yohanes 16:33 (Hidup dalam Damai Sejahtera dan Kemenangan)

 

    Jadi sesungguhnya Melalui perkataan-perkataan Yesus tadi Yesus sedang mempersiapkan murid-muridNya (termasuk saudara dan saya) untuk menghadapi berbagai tantangan, masalah, penderitaan dan kesusahan yang akan terjadi dalam hidup kita.dan Yesus minta kita harus bertekun dalam penderitaan kita.

Yohanes 16:1-4 Awal Perikop "Bertekun"

1“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 2Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 3Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. 4aTetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

    Pesan ini memang tidak nyaman tetapi harus tetap disampaikan kepada saudara, supaya saya tetap menjadi hamba yang memberitakan seluruh kebenaran Alkitab, gak pilih-pilih topik tertentu saja saya tidak boleh memilih hanya mengkotbahkan hal-hal yang enak didengar jemaat saja supaya jemaat terhibur dan saya menjadi semakin populer.

    Dan sebagai gereja Tuhan kita semua perlu bertobat jadi saya juga prihatin kalau hamba-hamba Tuhan tidak mau berbicara/ mengkotbahkan topik-topik contohnya (penderitaan, bayar harga, kekudusan) itu topik-topik kotbah yang kalau bisa dihindari untuk dikotbahkan. Sebaliknya yang menarik dikotbahkan kebanyakan adalah tentang berkat materi, tentang mujizat jasmani dan kesuksesan duniawi terutama pada akhir jaman ini.       

    Tapi yeah biar bagaimanapun juga kita harus menyadari bahwa sesungguhnya melalui pemberitaan Firman dan melalui kotbah-kotbah, kita semua ini sedang dipersiapkan untuk menghadapi penderitaaan yang pasti akan terjadi di dunia seperti yang sudah ditulis di Alkitab, walaupun ada gereja yang tetap sibuk untuk mencari rahasia bagaimana supaya diluputkan dan dihindarkan dari penderitaan dan tentu saja topik-topik yang diajarkan tentang rahasia untuk mendapatkan kenyamanan atau keberhasilan hidup kesuksesan hidup dalam mengikut Tuhan.

 

PADAHAL PENDERITAAN KARENA KRISTUS ADALAH KASIH KARUNIA (1 Petrus 2:19-21)

    Rasul Petrus mengatakan bahwa mengalami penderitaan itu adalah kasih karunia. Sayangnya banyak yang menyalah artikan, kasih karunia di sini bukanlah berbicara tentang mendapatkan berkat besar, dapat rumah atau sembuh dari sakit. (itu memang berkat dari Tuhan) Namun kasih karunia yang dimaksudkan di sini adalah ketika kita menanggung penderitaan, itu karena Kristus, sebab menurut Firman Tuhan memang untuk itulah kita dipanggil.

Yesus berkata "… (Yohanes 15:18-19)

18 Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu

    Saudara boleh perhatikan gereja-gereja yang berusaha seperti dunia (supaya disukai oleh dunia). Yesus sudah mengingatkan bahwa janganlah kaget kalau dunia tidak menyukai kita, sebab kalau dunia menyukai kita itu menunjukkan bahwa kita memang berasal dari dunia ini bukan berasal dari Tuhan. Tetapi karena kita bukan berasal dari dunia ini kata Firman maka dunia membenci kita.

    Di sini Kristus juga menyelipkan doctrine of unconditional election yaitu “Aku telah memilih kamu dari dunia “. Sejak kekekalan, artinya kita dipilih semata-mata berdasarkan kedaulatan dan kasih karunia-Nya bukan karena kebaikan, iman, atau perbuatan kita.

    Dan juga Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa kekristenan itu tanpa penderitaan tetapi justru Tuhan memakai penderitaan itu untuk membentuk umatNya bagi kemuliaanNya.

Ingatlah saudara, "Penderitaan, kesusahan, kesengsaraan, dan juga tantangan itu akan Memaksa Kita Mengandalkan Tuhan"

    Di dunia yang sudah jatuh dalam dosa, kejahatan dan penderitaan itu dapat dipakai menjadi cara Allah untuk berbicara kepada seseorang atau suatu bangsa, untuk mendapatkan perhatian kita dari kehidupan yang awalnya berpusat pada diri sendiri yaitu kehidupan yang menyangkali keberadaan Tuhan menjadi hidup yang mengandalkan Tuhan.[Klik link berikut untuk mengakses kompilasi beragam materi pembahasan yang banyak ditanyakan anak-anak Tuhan, menambah pemahaman kita tentang firman Tuhan enlightenment letters katalog]

Jadi justru melalui penderitaan kita dapat mengingat apa yang penting dan apa yang paling bermakna dlm hidup ini. Coba ingat!

    Kalau kita ingat kapan kita bertobat, maka itu pasti bukan waktu kita lagi berjaya atau waktu kita lagi bersenang-senang tetapi tetapi waktu kita mengalami penderitaan dan waktu kita lagi menangis. Sehingga penderitaan diijinkan Tuhan untuk menyadarkan kita bahwa kita manusia yang rentan, terbatas yang sangat membutuhkan Tuhan, Amin. Sebagai ilustrasi akan hal ini (kita akan membandingkan kehidupan kita dengan Rasul Paulus).

2 Korintus 1:8b-9,

Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

    Nah Rasul Paulus juga bicara hal yang sama di mana beban yang ditanggungkan atas dia begitu besar dan begitu berat sampai dia hampir putus asa akan hidupnya. Namun melalui penderitaan itu akhirnya memaksa dia/Paulus) untuk mengandalkan Tuhan karena sudah tidak punya pilihan untuk mengandalkan selain Tuhan. Amin

2. TUJUAN Tuhan Mengijinkan Penderitaan

1.Belajar Taat/ Setia

Melalui masalah kita belajar TAAT/SETIA pada perintahNya sebab Tuhan selalu setia walaupun kita tidak setia.

• Mazmur 119: 71,

119:71 Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.

• Habakuk 3: 17-18,

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,

3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

2. Membuat Kita Semakin Kuat di Dalam Dia

Filipi 4 :13,

4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

    Tuhan tahu kekuatan dan kemampuan kita, Dan Dia pasti tidak ijinkan masalah yang saudara alami melampaui kekuatan saudara, bahkan Dia memberikan jalan keluar. Seperti tertulis 1 Kor 10: 13,

10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya (Efesus 6: 10).

    Masalah membuat kita berserah kepada Tuhan, masalah memberi kesempatan Tuhan Ambil alih hidup kita, secara manusiawi kita tidak kuat, tetapi kita jadi kuat di dalam kekuatan kuasaNya, karena Dia telah memberikan kita kuasa Roh kudus.

Bandingkan Yeremia 17: 5,

17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

3. Bagaimana RESPON Kita Menghadapi Penderitaan?

2 Korintus 1:20,

Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.

    Pada dasarnya ketika kita menghadapi penderitaan, kesusahan, kesulitan, semua itu akan menyadarkan kita bahwa kita manusia yang rentan, terbatas dan bahkan kita tidak bisa memegang kendali atas hidup kita sendiri tapi justru di situlah :

• Kita dapat melihat salib Kristus,

• Di situlah kita dapat mengetahui janji-janji Tuhan dan juga penghiburan dari Tuhan serta semua yang sudah Tuhan sediakan bagi kita, AMIN

    Oleh karena itu saat kita lemah kita harus memandang salib Kristus maka kita akan dikuatkan. Kita kuat bukan karena kita, kita mampu bukan karena kita tetapi Kristus yang ada di dalam kitalah yang sudah menggenapi janji-janjiNya sehingga DIA memampukan saudara dan saya untuk mengalami kemenangan dalam Kristus. Jadi PERHATIKAN :

Dalam Kristus Semua Penderitaan Kita, Tidak Sia-Sia tetapi Ada Kebaikan dan Ada Kemuliaan Kristus.

 “Injil tidak menjanjikan kita dalam keadaan hidup yang lebih baik; tetapi Dia menjanjikan supaya hidup kita menjadi bermakna"

    Tanpa Kristus maka hidup saudara hanya menjalani penderitaan demi penderitaan yang tanpa makna dan tidak ada nilai kekekalannya. Namun di dalam Kristus maka semua penderitaan kita ada kebaikanNya dan ada kemuliaan Kristus. [Yuk... Bangun imanmu tiap hari dengan mendengarkan renungan firman Tuhan. klik link ini Kompilasi kumpulan Renungan Firman Tuhan format Audio]

    Oleh karena itu banyak orang ingin mengalami Tuhan (begitu juga dengan saudara bukan) MENGALAMI TUHAN - proses perjumpaan, pengenalan, dan relasi secara intim dan pribadi dengan Sang Pencipta (melampaui sekadar pengetahuan teori atau agama )

    Tapi caranya atau jalannya justru hanya melalui penderitaan, sebab itu kalau kita mengalami penderitaan maka pandanglah Kristus sebab dalam Kristus kita akan dikuatkan, dimampukan dan dipulihkan. Jadi dalam Kristus itu tidak ada penderitaan yang sia-sia. Semuanya diijinkan untuk kebaikan kita dan untuk kemuliaan Tuhan. Amin, nah inilah cara merespon yang benar menghadapi…..

Ketika menghadapi masalah yg terpenting itu adalah respon kita, karena akan menentukan bagaimana, kelanjutannya hidup kita :

1. Apakah kita jatuh semakin terpuruk

2. Apakah kita justru semakin bertumbuh dewasa

 

1. Orang yg mengalami jatuh semakin terpuruk (Ciri-cirinya)

• Egosentris segala masalah selalu dikaitkan dengan dirinya

• Fokus pada hal-hal yang kelihatan (jas) padahal sementara

• Selalu berpikiran/Berkata Negatif mengapa ini terjadi, apa salahku, saya kecewa, saya tersakiti.

• Menjadikan setiap masalah/ penderitaan beban hidup.

 

2. Apakah kita Semakin Bertumbuh dewasa (cirinya)

• Memandang setiap masalah dari sudut pandang Tuhan, (Berpusat pada Kristus) bahwa segala perkara dikaitkan dengan kehendak Tuhan, bahwa kehendak Tuhan itu selalu mendatangkan Kebaikkan karena dia tahu ayat firman Tuhan Roma 8 :28,

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Nah jadi kita bisa melihat kalau orang yang bertumbuh dewasa maka:

• Fokusnya adalah pada perkara yang Rohani (tidak kelihatan) atau pada perkara yang bersifat kekal.

• Selalu Berpikir/Berkata Positif-Apa yang terjadi akan carikan jalan keluarnya (diatasinya), sehingga selalu bertanya dalam hatinya Apa maksud Tuhan dengan semua hal-hal ini?

• Menjadikan masalah atau penderitaan sebagai Koreksi, perenungan dan menjadikan masalah sebagai tantangan untuk sadar diri. 

    Sehingga berani menyatakan imannya kepada masalah yang dihadapi dengan berkata Dalam kelemahan aku kuat, sesuai firman yang tertulis dalam…

2 Kor 12: 9b -10,

12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

    Jadi jangan berdoa minta Tuhan mengambil/ mengangkat bebanmu, tetapi mintalah supaya Tuhan memberi pundak yang kuat untuk memilikul beban supaya kita semakin kuat di dalam Dia.

PENUTUP

Renungan kita pagi ini bicara dan mengajarkan kita

"Mengapa Tuhan Mengijinkan penderitaan" pada kita orang-orang yang dikasihinya, kita belajar :

1. Penyebab Penderitaan yang kita alami dari mana saja

2. Tujuan Penderitaan yang kita alami untuk apa

3. Bagaimana Respon kita menghadapi penderitaan

    Akhirnya kita semua tahu bahwa Tuhan menghendaki kita agar kita memahami kehendak Tuhan saat menjalani penderitaan yang kita pikul, jangan meminta Tuhan meringankan beban kita tapi mintalah agar Tuhan menjadikan kita orang yang kuat dan sanggup memikul beban yang Tuhan ijinkan terjadi sehingga kita menjadi orang yang dewasa secara Rohani, matang dalam menerima kehendak Tuhan dan melakukan apa yang DIA inginkan.

Sehingga kita bisa berdiri. (Kembali ke kertas yang sudah diremas)

    Perhatikan kertas yang telah saya remas-remas tadi saudara, kalau dalam hidup ini kita diijinkan mengalami pembentukan dari Tuhan lewat penderitaan yang terjadi dalam hidup kita dan kita menerimanya dengan iklas dengan mengerti, percaya kepadaNya, sesungguhnya saudara sedang dibentuk menjadi pribadi yang lebih kuat, yang selalu bangkit saat saudara jatuh bahasa psikologinya RESILIANSI.     

    Apakah yang akan terjadi dalam kehidupan saudara selanjutnya setelah saudara mengalami penderitaan-penderitaan yang diibaratkan kertas yang saya remas-remas ini, PERHATIKAN apakah kertas ini bisa berdiri waktu saya buka? Nah ternyata bisa jadi penderitaan-penderitaan yang Tuhan ijinkan terjadi itu visinya luar biasa membuat saudara dapat semakin kuat, dan semakin dewasa di dalam kehidupan saudara.




Ibadah Umum GBIS BK - Minggu, 26 Juli 2026

Preacher & written : Pdt. DR. Hosea Bambang S.A, S.H., M.A, M.Th, Ph.D.

Editor by : ssr

Kontributor : Tim Multimedia


Kembali ke BERANDA (Tampilan awal Blog)


Blog GBIS BK punya gawe koleksi lagu-lagu gereja di akun Tik Tok dan Youtube, yuk LIKE dan FOLLOW :

SHARE & LIKE Akun Tik Tok Admin Blog GBIS BK (Kumpulan Lagu-lagu Gereja)

SUBSCRIBE Channel Youtube Blog GBIS BK - RC777 Channel (Kumpulan Lagu-lagu Gereja)


                                    **************** [] *****************


Blog GBIS Bukit Karmel memiliki beragam referensi mulai dalam bentuk teks, audio, video sebagai berikut :

+ Yang BARU dari Blog GBIS - Mengenal Bagian Tubuh kita dan fungsinya sehari-hari, penting untuk dibaca, dibahas secara sederhana, lugas, gamblang dan menyenangkan.

HORMON Manusia : Insulin, Glukagon, Testosteron, Estrogen, Progesteron, Eritropoetin, Histamin, Tiroksin, Hormon Pertumbuhan, Kalsitonin, Paratiroid, Aldosteron, Prolaktin, Hormon Antidiuretik, Somatostatin

+  Enlightenment Letters Koleksi Artikel TRENDING TOPIK (firman Tuhan singkat - powerful - membuka wawasan baru) !

+  Koleksi Renungan Firman Tuhan AUDIO (>100 file audio dengan berbagai tema) yang membantu Anda dapat mendengarkan firman Tuhan dalam berbagai kegiatan Anda

+ RANGKUMAN FIRMAN TUHAN (> 250 artikel) yang dapat menambah wawasan pengetahuan Anda tentang eksplorasi pembahasan firman Tuhan

+ VIDEO FULL IBADAH (>480 video) umum bagi Anda yang ingin menikmati rekaman ibadah dan firman Tuhan

+ VIDEO INTERAKTIF SENENGNYANGOFI (>51 video) - Ngobrolin firman dengan gaya, dengan beragam koleksi tema yang dibahas

+ e-BOOK yang dapat didownload dan dapat bermanfaat bagi Anda yang memerlukan

+ ALKITAB AUDIO (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru dalam format MP3) mendengarkan firman Tuhan setiap waktu

+  QUOTES - Wise Word Card - Koleksi kata-kata mutiara, mulai dari ucapan ulang tahun, hari raya, ucapan selamat pagi yang membangun iman, RIP dan sebagainya.

**************** [] *****************

NOTE : Kalau Anda mengakses melalui hape ke https://gbisbk.blogspot.com setelah muncul tampilan blognya, segera scroll ke ujung paling bawah pilih "Lihat versi web" lalu klik, maka akan tampil blog versi web, katalog Warta GBIS ada di sisi kanan ya. 

Semoga mudah dipahami dan bermanfaat. Tuhan Yesus memberkati.🙏🏽

@BILA ANDA MERASA DIBERKATI MELALUI FIRMAN TUHAN/POSTINGAN/KESAKSIAN INI, SILAKAN KOMEN DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH INI.

@SILAKAN SHARE LINK POSTINGAN INI KE TEMAN-TEMAN/SAHABAT ANDA, Mari Viralkan Postingan yang Memberkati Orang lain juga. Welcome Greetings Link

Admin menerima artikel kesaksian/ renungan firman Tuhan/ rangkuman khotbah/ dokumentasi foto event komisi/PDW/video komisi, e-mail ke :  gbisbk.kebayoranlama@gmail.com 

Persekutuan Doa Wilayah Kebayoran Lama & sekitarnya

Persekutuan Doa Wilayah Kebayoran Lama & sekitarnya
PIC : Ibu Ellya Hutapea (0822 1323 7566) - Jl. Kangkung No. 52 / 87 RT 012 RW 011 Kebayoran Lama - Jakarta Selatan

Persekutuan Doa Wilayah Bumi Serpong Damai dan sekitarnya

Persekutuan Doa Wilayah Bumi Serpong Damai dan sekitarnya
PIC : Pdm. Steven Hizkia (0811 885 210) - RUKO GOLDEN ROAD Blok C30 No.23A (Belakang Pintu Barat ITC BSD) - Setiap hari Minggu pk. 11.00 WIB (Ketuk/ Sentuh gambar untuk akses ke Album PDW BSD)

Persekutuan Doa Wilayah Pondok Aren, Ciledug dan sekitarnya

Persekutuan Doa Wilayah Pondok Aren, Ciledug dan sekitarnya
Ketuk/Sentuh gambar ini, akan masuk ke Album Dokumentasi PDW Pondok Aren, Ciledug & Sekitarnya

Persekutuan Doa Wilayah Tanah Kusir & sekitarnya

Persekutuan Doa Wilayah Tanah Kusir & sekitarnya
Ketuk/ Sentuh gambar untuk akses ke Album PDW Tanah Kusir